Mengenal Hook pada WordPress

Kalimat yang tepat untuk mendefinisikan hook adalah sebuah proses yang dijalankan ketika sebuah fungsi tertentu yang sudah didefinisikan telah berjalan.

Fungsi ini sangat wajib untuk dipelajari ketika anda ingin mendalami WordPress lebih dalam lagi, karena dari pengalaman saya sendiri, fungsi hook tidak bisa lepas ketika kita membuat Theme, Plugin, maupun membuat sebuah Endpoint baru untuk API.

Lalu seperti apa fungsi hook? Sebelum kita bahas fungsi hook, hook sendiri memiliki 2 cabang pengunaan pertama Action kedua adalah filter, kita akan bahas satu persatu.

Hook Action

Hook action adalah sebuah perintah untuk menjalankan sebuah proses (function) ketika proses spesifik (function) yang sudah terdefinisi telah berjalan, tugas action sendiri adalah menjalankan perintah baru. sehingga tidak akan mengubah sebuah value dari fungsi yang telah berjalan.

Kenapa saya menuliskan fungsi yang terdefinisi? Karena fungsi (yang ingin di-) hook sendiri hanya bisa dijalankan ketika ada fungsi (yang sudah di definisikan) hook yang tengah berjalan.

Pengunaan Hook Action

Misalkan anda ingin menambahkan sebuah social media plugin di theme buatan anda sendiri, yang perlu anda lakukan adalah membuat initial hook do_action() terlebih dahulu, berikut contoh sederhana :

// file single.php
</div>
<div class="social-media">
<?php do_action('create_initial_hook_action'); ?>
</div>

yang perlu digaris bawahi create_initial_hook_action BUKANLAH SEBUAH FUNCTION, kita bisa menyebutnya sebagai kunci, jadi semua hook yang mengikuti kunci hook “create_initial_hook_action”, akan dijalankan disini.

do_action() sendiri hanya akan melakukan tugas untuk menyebarkan berita bahwa hook lain yang dipanggil ketika kunci create_initial_hook_action dijalankan bisa dijalankan sekarang.

// functions.php
add_action('create_initial_hook_action', 'social_media_button');

function social_media_button() {
$name = 'fb';
 echo "<button class='social-media__the-button'>share on {$b}</button>";
}

Ok lalu, bagaimana cara menambahkan function? kita bisa menjalankan function kita dengan cara mendefinisikanya menggunakan add_action(), saya berikan contohnya dahulu ya, kemudian dibawahnya baru penjelasanya :

kode diatas akan menjalankan fungsi social_media_button yang kita buat, sederhananya fungsi kita yang kita buat perlu di definisikan kedalam add_action agar ketika do_action mulai berjalan, maka fungsi yang kita buat dapat tadi bisa dijalankan melalui hook.

Mungkin dalam benak para developer yang belum pernah melakukan develop pada WordPress akan bertanya-tanya, mengapa harus seperti itu? kan memanggil fungsi langsung lebih muda?

Memang benar dengan memanggil fungsi social_media_button() di page.php dapat dijalankan, tetapi para WordPress developer memiliki alasanya sendiri.

Yakni agar mereka dengan muda menambahkan fungsi lain tanpa medefinisikan secara eksplisit, juga ketika ingin mengubah nilai value dari return cukup dengan menggunakan hook filter.

Di artikel berikutnya kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai action hook, dan juga filter hook, yang juga cukup penting dipelajari, apalagi ketika anda ingin fokus untuk mengembangkan produk-addon untuk WooCommerce.

Why WordPress?

Karena WordPress itu urip, wordpress itu hidup

Barang siapa barang

Dia adalah barangnya siapa

Gutenberg sekarang tambah mantap euy

woaah mantap

jiwa sekali bung

Yang terpenting keren